Impianku

By Ratna Hadi - September 15, 2017



Setiap manusia pasti memiliki mimpi. Mimpi yang ingin  mereka wujudkan. Mimpi yang menjadi semangat dalam hidup mereka. 

Begitu juga denganku. Mimpiku dulu, waktu masih mudaaaaaaa banget, adalah menjadi seorang penulis. Sejak jaman SMP, sudah hobi nulis cerpen, bahkan novel ala - ala anak SMP yang plot-nya gak karuan. Maklum, nulisnya masih asal-asalan. Namanya juga belajar. Hehe. Novel itu alhamdulillah bisa jadi hiburan lah buat teman - teman sekamar pas di pondok dulu. 

Nulis cerpen ala-ala anak remaja ini masih berlanjut hingga menginjak SMA. Bahkan, jaman SMA dulu sempat nerima request bikin cerpen berdasarkan cerita cinta temen-temen yang juga ala-ala gitu. Hehe. Ingat pas ada tugas Bahasa Indonesia, Tugasnya bikin cerpen nih. Nah, aku lah yang didaulat menulis cerpennya. Terinspirasi dari lagu band MLTR yang judulnya 25 Minutes, jadilah cerpen dengan judul yang sama. Eh, teman yang baca itu cerpen nangis. Pas ditanya, kenapa? Dia bilang, " Kamu kenapa kejam banget, sih?" Lho? Ternyata, di akhir cerita si tokoh utama saya "matiin". Hehe.

Masih berlanjut, perjalananku meraih mimpi menjadi seorang penulis. Orang tua yang kurang mendukung, menjadi salah satu kendala. Entah dari mana datangnya jiwa penulis dan penyair dalam diri ini, padahal di keluarga juga gak ada yang jadi penulis. Beberapa tahun, impian menulis terpendam begitu saja. Jauuuhhhhh di dalam hati. Tulisan - tulisan yang ada hanya tertuang dalam sebuah buku kecil bernama Diary. Jaman dulu banget, ya? 

Sekarang, jalan itu seperti terbuka lebar. Entah dari mana awalnya, bisa berkenalan, bergabung, dan 'nyemplung' di komunitas penulis. Bergaul dengan banyak orang yang berhobi sama, nulis. Mulai cerpen, novel, puisi, semua dilahap. 

Setelah bergabung dengan KAMAKSARA, jalan untuk menulis pun terbuka makin lebar. Bermula dari sebuah pelatihan menulis di wattpad bersama KAMAKSARA, dengan tantangan menulis secara konsisten setiap hari, diteror 'hutang' tulisan yang terlewat beberapa hari, akhirnya bisa juga memaksakan diri konsisten menulis tiap hari. seribu kata per hari, maka nanti, di akhir bulan sudah bisa 'terbit' sebuah novel. Walau 'hanya' menulis di wattpad, tapi semoga ini menjadi jalan bagiku untuk mewujudkan impian terbesar dalam diri ini. Menulis.  Menjadi penulis, seperti idola jaman SMP dulu, penulis sekelas Asma Nadia, Helvy Tiana Rossa. Tapi aku menyadari, apalah diri ini dibandingkan dengan mereka. Belum ada seujung kukunya. 

Maka dari itu, aku terus akan belajar. Tanpa lelah. Menulis, dan terus menulis. Hingga suatu saat nanti, sebuat novel terbit dengan namaku terpampang sebagai penulisnya. Semoga segera. doakan saya, ya...

Dan untuk semua yang ada di luar sana, apapun impian kalian, wujudkan. Berjuanglah mewujudkan impian kalian. Karena berawal dari sebuah impian, semua bisa diwujudkan. Kuncinya adalah, percaya diri. Dan yakin, apapun impian kalian, selama itu tidak bertentangan dengan norma dan hukum, maka Allah akan memberikan jalan. 

Selamat mengejar dan menjemput impian!

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah mampir. Tinggalkan komentar agar saya tahu kamu sudah mampir ya. 😘😘

Asal Usul Nama Kota Surabaya

Hari ini, sesuai janji, Mama mengajak Chacha dan Awan pergi ke kebun binatang. Chacha dan Awan tampak sangat antusias. Mereka tak sabar ...